Selasa, 27 Maret 2012

Cara Salam Ketika Shalat


Ada beberapa riwayat yang menjelaskan tata cara salam ketika shalat, di antaranya:

Dari Ali radhiallahu ‘anhu dari Nabi shallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda,
مِفْتَاحُ الصَّلَاةِ الطُّهُورُ وَتَحْرِيمُهَا التَّكْبِيرُ وَتَحْلِيلُهَا
Kunci shalat adalah bersuci, yang mengharamkan (dari berbicara) adalah takbir, dan menghalalkan (untuk berbicara) adalah salam.” (HR. Abu Daud no. 56, At-Tirmizi no. 3, dan Ibnu Majah no. 271)
Dari Sa’ad bin Abi Waqqash radhiallahu ‘anhu beliau mengatakan,
كُنْتُ أَرَى رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُسَلِّمُ عَنْ يَمِينِهِ وَعَنْ يَسَارِهِ حَتَّى أَرَى بَيَاضَ خَدِّهِ
“Aku pernah melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memberi salam ke arah kanan dan kiri (dalam shalat) hingga aku melihat putihnya pipi beliau.” (HR. Muslim no. 582)
Dari Abdullah bin Mas’ud radhiallahu ‘anhu dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,
أَنَّهُ كَانَ يُسَلِّمُ عَنْ يَمِينِهِ وَعَنْ يَسَارِهِ السَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ السَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ
“Bahwasanya beliau mengucapkan salam ke arah kanan dan kiri seraya mengucapkan, ‘ASSALAAMU ‘ALAIKUM WA RAHMATULLAH, ASSALAAMU ‘ALAIKUM WA RAHMATULLAH’.” (HR. Abu Daud no. 845, At-Tirmizi no. 295, An-Nasai no. 1303, dan Ibnu Majah no. 906)
Dari Wail bin Hujr radhiallahu ‘anhu dia berkata,
صَلَّيْتُ مَعَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَكَانَ يُسَلِّمُ عَنْ يَمِينِهِ السَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ وَعَنْ شِمَالِهِ السَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ
“Aku shalat di belakang Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, maka beliau memberi salam ke arah kanan dengan mengucapkan ‘ASSALAAMU ‘ALAIKUM WA RAHMATULLAHI WA BARAKAATUH’,” dan ke arah kiri dengan mengucapkan ‘ASSALAAMU ‘ALAIKUM WA RAHMATULLAH’.” (HR. Abu Daud no. 997 dan dinyatakan shahih oleh Al-Albani dalam Al-Irwa`: 2:31, 32)
Ibnu Umar menceritakan,
وَذَكَرَ السَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ عَنْ يَـمِينِهِ السَّلَامُ عَلَيْكُمْ عَنْ يَسَارِهِ
Beliau membaca ‘ASSALAMU ‘ALAIKUM WA RAHMATULLAH’ dengan menoleh ke kanan, dan membaca ‘ASSALAMU ‘ALAIKUM’ dengan menoleh ke kiri. (HR. Nasa’i 1321 dan dinyatakan Hasan Shahih oleh Al-Albani)
Kemudian disebutkan dalam hadis dari A’isyah radliallahu ‘anha, beliau menceritakan,
أَنَّ النَّبِىَّ -صلى الله عليه وسلم- كَانَ يُسَلِّمُ فِى الصَّلاَةِ تَسْلِيمَةً وَاحِدَةً تِلْقَاءَ وَجْهِهِ ، يَمِيلُ إِلَى الشِّقِّ الأَيْمَنِ شَيْئًا أَوْ قَلِيلاً
“Sesungguhnya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melakukan sekali salam ketika shalat dengan menghadap ke depan, kemudian beliau menoleh sedikit ke kanan.” (HR. Ibn Khuzaimah dalam shahihnya no. 706, Hakim dalam Mustadrak no. 805, An-Nasai dalam Al-Kubro no. 1454 dan dinyatakan shahih oleh Al-Albani)
Kesimpulan:
Berdasarkan keterangan di atas dapat kita simpulkan bahwa ada 4 cara salam dalam shalat:

Pertama, menoleh ke kanan dengan membaca: ASSALAAMU ‘ALAIKUM WA RAHMATULLAHI WA BARAKAATUH, dan menoleh ke kiri dengan membaca: ASSALAAMU ‘ALAIKUM WA RAHMATULLAH.
Kedua, menoleh ke kanan dengan membaca: ASSALAAMU ‘ALAIKUM WA RAHMATULLAH, demikian pula ketika menoleh ke kiri. (kanan-kiri sama).
Ketiga, menoleh ke kanan dengan membaca: ASSALAAMU ‘ALAIKUM WA RAHMATULLAH, dan menoleh ke kiri dengan membaca: ASSALAAMU ‘ALAIKUM.
Keempat, menoleh ke kanan sedikit dan hanya membaca: ASSALAAMU ‘ALAIKUM, tanpa menoleh ke kiri.
Allahu a’lam
Dijawab oleh Ustadz Ammi Nur Baits (Dewan Pembina remaja muslim bersatu)
Artikel

Jumat, 03 Februari 2012

Rp 2,6 Miliar Dana Beasiswa untuk Masyarakat Miskin di Sumbar

Bank Nagari mengalokasikan dana corporate sosial responsibiliti (CSR) senilai Rp 2,6 miliar pada 2011 untuk beasiswa pendidikan bagi masyarakat kurang mampu di Provinsi Sumatera Barat.
Beasiswa pendidikan itu, disalurkan melalui pemerintah kabupaten dan kota masing-masing sebesar Rp130 juta, kata Direktur Kepatuhan Bank Nagari, Syaiful Bahri di Padang, Senin (21/11/2011).
Hal ini disammpaikannya seusai penyerahan beasiswa bagi anak pegawai lingkungan Pemprov Sumbar yang berprestasi.
"Kita menyerahakan beasiswa dari CSR kepada 19 kabupaten/kota dan plus provinsi. Penetuan penerima diserahkan kepada daerah bersangkutan," jelasnya.
Secara keseluruhan dana CSR yang sediakan Bank Nagari pada 2011 mencapai Rp4 miliar, termasuk untuk bantuan kebencanaan, bidang keolahragaan, keagamaan dan sosial lainnya.
Besaran CSR, tambahnya, tergantung pada perolehan lama, saat laba besar akan dialokasi besar pula dan begitu sebaliknya.
Gubernur Sumbar Irwan Prayitno pada kesempatan yang sama menyampaikan, langkah yang dilakukan Bank Nagari hendaknya diikuti bagi bank-bank lain yang ada di Sumbar.
Selain itu, perusahan yang beroperasi di Sumbar diimbau menyalurkan SCR untuk menunjang bidang pendidikan.
Gubernur tidak menafikan sebagian perusahaan telah mengeluarkan SCR seperti PT. Semen Padang dan tambah Bank Nagari.
"Pemberian CSR merupakan bentuk menjalankan amanat Undang-undang sehingga suatu kewajiban bagi setiap perusahaan mengeluarkannya," ujarnya.
Justru itu, pihaknya sangat mendukung terhadap perusahaan yang menyalurkan CSR ke bidang pendidikan. "Masih banyak masyarakat kita yang miskin dan butuh pembiayaan dalam melanjutkan pendidikan," katanya.
Penyaluran SCR melalui beasiswa pendidikan, tentu akan lebih tepat sasaran dan penyerahannya pun melalui rekening.
Penyerahan beasiswa pendidikan kerja sama Bank Nagari-Pemprov Sumbar sebesar Rp130 juta untuk 236 orang.
Rincian yang ditetapkan Biro Bina Sosial Setdaprov Sumbar, senilai Rp475 ribu untuk tingkat SD, sebesar Rp750 ribu untuk SMP dan senilai Rp800 ribu tingkat SLTA per orang.